6 Februari 2012

Mobil Otomatis tanpa Pengemudi akan Hadir

Banyak Film horor yang sering mengambarkan mobil yang bisa bergerak dan berjalan sendiri tanpa adanya pengemudi, itu adalah hal yang mengerikan dan sebagai tanda bahwa mahluk halus itu telah hadir. Tetapi mungkin dalam beberapa tahun mendatang hal tersebut tidak menakutkan dan mengerikan lagi, karna mobil yang dapat menyetir sendiri dengan bantuan komputer akan muncul. Mobil Otomatis tidak hanya dapat menghemat bahan bakar dan mengurangi kemacetan tapi juga mencegah kecelakan dan menyelamatkan nyawa dan sebenarnya teknologi seperti itu sudah di perlukan saat ini.
Kemacetan tidak selalu disebabkan oleh jumlah mobil tapi juga prilaku pengemudi sebagai contoh kemacetan yang terjadi di Jakarta. Sering sekali angkutan kota dan bus yang berhenti menunggu penumpangnya. Banyak juga kita lihat pengemudi yang berjalan begitu perlahan dan menghambat arus karna pengemudinya sambil bermain telepon selular. Belum lagi jika pengemudinya menyetir dalam kondisi teler, mabuk maupun mengantuk.
Nah, faktor-faktor manusiawi yang kadang menjadi sumber permasalahan di jalan raya ini tidak dimiliki oleh sebuah komputer dalam mobil. Komputer tidak pernah merasakan emosi, stres, marah, bingung, atau mabuk. Komputer juga dapat menghitung jarak penghentian, menjaga kecepatan, serta memiliki reaksi lebih cepat dari kebanyakan pengemudi yang ada di jalan raya saat ini.
Banyak produsen otomotif melihat manfaat dari mengembangkan mobil otomatis tersebut. General Motors, misalnya, memprediksi mobil semi-otomatis akan bermunculan beberapa tahun lagi, sedangkan mobil yang benar-benar otomatis bisa menyetir sendiri dipasarkan tahun 2020. Dengan teknologi canggih ini, pengemudi bisa melakukan kegiatan di dalam mobil di sepanjang perjalanan. Mereka bisa membaca, makan, bahkan merias diri saat di perjalanan dengan kondisi mobil tetap melaju di jalan. Lebih dari itu, Google mengaku yakin bahwa penggunaan mobil otomatis bisa mengurangi 1 juta kematian per tahunnya akibat kecelakaan lalu lintas.

Mobil elektrik dari BMW juga akan dilengkapi asisten macet (traffic jam assistant) yang akan mengemudikan kendaraan pada kecepatan rendah saat sedang macet. Audi dan VW juga mengumumkan bahwa pengembangan mobil mereka akan menuju ke arah yang sama. Bahkan Google juga sedang berkutat dengan proyek mobil yang bisa berjalan sendiri.
Uji Coba
Beberapa waktu lalu, perusahaan search engine internet terbesar di dunia itu telah menguji coba mobil otomatis tersebut. Mereka membenamkan teknologi tersebut pada tujuh unit mobil Toyota Prius. Agar mobil otomatis ini bisa mengenali medan sekitar, ada alat berbentuk silinder yang dipasang di bagian atap. Silinder tersebut dipasangi sensor, radar, kamera, serta peta elektronik untuk mempermudah navigasi selama perjalanan. Seorang penumpang hadir di tiap mobil untuk memberikan penilaian, sekaligus mengendalikan mobil bila sewaktu-waktu terjadi gangguan.
Ketujuh mobil tersebut sukses menempuh jarak 140 ribu mil atau sekitar 224 ribu kilometer. Tepatnya, dari daerah Sillicon Valley hingga Santa Monica, California. Rute yang dipilih, adalah jalan raya, jembatan, hingga jalanan yang padat lalu lintas seperti Lombard Street di San Francisco.
Anda harus bersabar hingga beberapa tahun lagi, untuk jika tertarik pada mobil otomatis ala (serial televisi) Knight Rider ini.
“Kami masih berada pada tahap percobaan dan pengembangan. Namun yang pasti, teknologi ini telah memberikan pandangan mengenai transportasi masa depan dan hal itu dimungkinkan karena ilmu komputer yang canggih. Masa depan itu amat menggembirakan!” tutup Thrun.
Bagi kota besar di Indonesia seperti Jakarta, adanya mode otomatis dapat memberikan solusi berkendara. Jika sebelumnya diberlakukan sistem 3-in-1, kini cukup diberlakukan wajib mode otomatis, sehingga lalu lintas dapat bergerak dengan lancar dan tertib. Tentunya jika jalanan sudah sepi atau Anda sedang ingin menyetir, mode otomatis dapat dimatikan kembali. Sayangnya, ini juga berarti bahwa kebutuhan akan tenaga sopir profesional akan semakin menurun.
Siapkah Anda disupiri komputer?

sumber : KOMPASIANA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar